Home / HUKUM & KRIMINAL / Warga Lahat Keluhkan Harga Rokok Diduga Ilegal Non-Cukai yang Semakin Meroket

Warga Lahat Keluhkan Harga Rokok Diduga Ilegal Non-Cukai yang Semakin Meroket

Laporan : Nopi

LAHAT, Gemasriwijaya.net – Sejak munculnya rokok diduga ilegal alias non-cukai di Kabupaten Lahat beberapa waktu lalu, seperti rokok jenis RC, Oris dan lain-lain dengan berbagai varian yang harganya semakin merajai pangsa pasaran rokok di Lahat saat ini.

Penelusuran media ini, semula harga rokok tersebut kisaran 10 hingga 12 ribu. Tak lama kemudian meningkat menjadi 15 sampai 17 ribu, bahkan hingga saat ini meroket lagi dengan harga kisaran 18 hingga 20 ribu per-bungkusnya.

 

Salah seorang prokok, Son warga Lahat mengaku sangat keberatan dengan harga rokok RC dan Oris yang kian hari semakin naik tersebut. Menurut dia, kalau memang harga rokok naik terus, sebaiknya tidak usah ada lagi peredarannya di Lahat.

“Kami ini cari harga termurah, tapi kalau naik terus lebih baik musnahkan saja peredaran rokok itu di Lahat ini. Kalau perlu pihak Aparat Penegak Hukum (APH) dalam hal ini Polres Lahat segera merazia dan menyisir semua warung dan agennya, tangkap pelakunya lalu proses sesuai aturan”, katanya.

Sementara itu, Kapoles Lahat, AKBP. Novi Edyanto, SIK, MIK didampingi Kasat Reskrim yang disampaikan Kanit Pidsus melalui Katim, Lukman saat dikonfirmasi tentang maraknya peredaran berbagai merk dan jenis rokok ilegal seperti RC, ORIS yang diduga tanpa cukai di Wilayah Hukum Polres Lahat ini, menyebut bahwa pihak berwajib akan menindak tegas apabila ada laporan dan ditemukan gudang besar penyimpanan atau tertangkap tangan.

“Untuk ranah domainnya, rokok ilegal ini ada instansi lain yang lebih berhak melakukan penyelidikan dan penindakkannya. Namun kita tetap akan melakukan langkah preventif dan pendataan ke depannya”, ungkap Lukman, Selasa (14/7/26).

Editor : Jack

Check Also

Lakukan Fit and Proper Test Calon Ketua PAC, DPC PDIP Lahat Targetkan 9 Kursi DPRD

Author : Nopiriadi LAHAT, GmS – Bertempat di Sekretariat DPC PDIP Lahat, Sebanyak 100 lebih …