Author : Ramson
# Masyarakat Kikim Meminta Aparat Penegak Hukum Usut Tuntas Persoalan Kelangkaan Gas 3 Kg dan Melambungnya Harga Hingga Pernah Menyentuh Rp60 Ribu.
LAHAT — Luar biasa. Gas LPG 3 Kg yang seharusnya menjadi hak masyarakat menengah kebawah justru berubah menjadi barang mewah yang langka, bagaimana tidak, kini di Kikim Area harga gas melon yang harusnya masih di bawah Rp20 ribu melambung hingga Rp60 ribu per-tabung.
Kondisi ini dikeluhkan warga Desa Tanjung Kurung yang terpaksa membeli meski harga tak masuk akal.
“Kami terpaksa beli, kalau tidak bagaimana bisa masak untuk sehari-hari,” ujar seorang warga yang enggan disebutkan namanya. Sabtu, (04.04.2026).
Ironisnya, di pangkalan resmi pun harga masih jauh dari kata wajar. Warga mengaku harus merogoh kocek sekitar Rp30 ribu per tabung—itu pun dengan antrean panjang yang melelahkan.
“Silakan aparat pemerintah Kabupaten Lahat dan aparat penegak hukum turun langsung ke Kikim Selatan. Di pangkalan saja kami sudah antre, harga masih Rp30 ribu,” keluhnya.
Situasi ini memunculkan dugaan adanya permainan oknum yang sengaja mengambil keuntungan di tengah penderitaan masyarakat.
Warga menilai, ada rantai distribusi yang tidak beres hingga harga gas subsidi bisa melonjak hampir dua kali lipat di tingkat pengecer.
“Sekarang memang sudah turun, dari Rp60 ribu jadi Rp40 ribu. Tapi kami tidak tahu mana harga sebenarnya. Yang kami dengar tidak semahal ini,” tambahnya.
Masyarakat berharap pemerintah daerah dan aparat penegak hukum tidak tinggal diam. Mereka mendesak adanya pengawasan ketat dan tindakan tegas terhadap pihak-pihak yang diduga mempermainkan distribusi gas subsidi.
Di tengah kondisi ekonomi yang serba sulit, mahalnya gas melon bukan sekadar soal harga, ini soal bagaimana rakyat kecil dipaksa bertahan di antara kebutuhan hidup dan praktik yang diduga sarat permainan.
Gema Sriwijaya www.gemasonline.net


