Home / HUKUM & KRIMINAL / Dilatih, Warga Lapas Ini Jadi Tukang Kayu

Dilatih, Warga Lapas Ini Jadi Tukang Kayu

Laporan : Darmawan 

GEMAS : LAHAT

Balai Pemasyarakatan (Bapas) Klas II Lahat menggelar kegiatan Bimbingan Kemandirian Klien Pemasyarakatan berupa Keterampilan Pertukangan Kayu, bertempat di Depot Kusen “Meranjat Indah” tepatnya di Jalan Beringin Blok C Ujung, Desa Manggul, Dusun III No 140, Lahat, Rabu (21/3/2018).

Kepala Bapas Klas II Lahat, Yekti Apriyanti A.Md.IP., S.Pd., M.Si, mengucapkan,  terima kasih atas kehadiran para klien yang menyempatkan diri dan memenuhi undangan untuk hadir mengikuti kegiatan bimbingan kemandirian di tahun 2018. Pihaknya berharap melalui kegiatan ini dapat bermanfaat bagi para klien kedepan, terutama yang belum memiliki pekerjaan tetap,  menurutnya dimana jika sudah terampil, para klien bisa saja bekerja di pertukangan kayu atau membuat bisnis sendiri.

“Kalaupun jika tidak ingin dipergunakan untuk keperluan komersil, keterampilan tersebut bisa berguna bagi diri sendiri,” katanya dalam acara pembukaan di Aula Bapas Lahat.

Dikatakan Kabapas Kegiatan pertukangan kayu kali ini, sebagai upaya Bapas Lahat dalam menjalankan pembimbingan bagi para klien yang tengah menjalankan Program Re-Integrasi Cuti Bersyarat (CB) dan Pembebasan Bersyarat (PB). Pihaknya ingin memastikan jika klien pemasyarakatan dapat menjadi manusia yang utuh dan tidak mengulangi pelanggaran hukum.

“Sebab jika tidak (kembali melakukan pelanggaran), PB atau CB-nya bisa dicabut. Kami berharap klien ini bisa berguna bagi keluarganya, masyarakat bahkan negara,” tegas mantan Kepala Rumah Penyimpanan Benda Sitaan Negara (Rupbasan) Kelas I Palembang.

Ketua Panitia Kegiatan, M Syafri Munzir yang juga menjabat sebagai Kasubsi Bimbingan Klien Dewasa (BKD), menambahkan, jika total ada 20 klien pemasyarakatan yang menjadi peserta kegiatan bimbingan kemandirian, bekerja sama dengan Pertukangan Kayu “Meranjat Indah”. Maka,  kegiatan pembinaan dan pembimbingan dalam peningkatan dan pengembangan minat tersebut, akan berlangsung selama tiga hari, 20-22 Maret 2018.

“Kita ingin menumbuhkan minat dan memberikan bekal pengetahuan, tentang bagaimana cara kerja pertukangan kayu dengan baik,” ucapnya.

Sementara itu, Salim (38), Pemilik Depot Kayu, mengatakan, dirinya  siap memberikan pengajaran tentang pertukangan kayu kepada para peserta yang diikuti oleh klien pemasyarakatan. Dimulai dari hal dasar seperti cara mengamplas dan mengukur kayu, hingga ke tingkat lanjut seperti cara ngebor, menghaluskan dan memotong kayu dengan menggunakan mesin.

“Peserta kita ajarkan cara membuat meja, rak buku, lemari dan kursi,” katanya.

Pantauan Bapas Lahat, para klien tampak semangat mengikuti program bimbingan kemandirian tersebut. Mereka tidak canggung untuk menggunakan setiap mesin kayu dan langsung mempraktekkannya. Ikut memantau Kabapas Lahat, Yekti Aprianti beserta jajarannya mulai dari Kasubsi BKD, M Syafri; Kasubsi BKA, Sarnudi, dan Kaur TU, Dewi Vetrawati dan pegawai lainnya termasuk CPNS Pembimbing Kemasyarakatan angkatan 2017.

Sementara salah satu peserta bimbingan kemandirian Ahmad Fadoli (35), mengaku senang dengan adanya program kemandirian, dimana mereka dapat diberikan bekal cara kerja pertukangan kayu. Terlebih sejak mendapatkan program Cuti Bersyarat, ia belum mendapatkan pekerjaan kembali.

“Sangat bagus program ini, sangat bermanfaat,” ucap mantan security di salah satu perusahaan Jakarta itu. (das/humas)

Editor : Ivi Hamzah

Check Also

Wabup Lahat Panen Bawang .Merah di BBU Muara Danau Tanjung Tebat

Author : Arman   TANJUNG TEBAT, GmS – Wakil Bupati Lahat Widia Ningsih, SH, MH …