Home / KABAR NASIONAL / Pak Tris Banpol Sejati Tutup Usia
Oplus_0

Pak Tris Banpol Sejati Tutup Usia

 

Laporan : Ivi Hamzah

LAHAT, Gemasriwijaya.Net Inalillahi wa innailaihi rojiun..telah berpulang ke Rahmatullah Bapak Trisno Pembantu Polisi ( Banpol) Polsek Kota Agung ) Polres Lahat Sumatera Selatan, pada malam Kamis (6-5-2026) sekitar pukul 20:00 WIB. Wafatnya bapak Trisno ini menggemparkan warga kota agung hingga berseliweran ucapan berdukacita di berbagi media sosial. Bapak Trisno atau biasa disapa Pak Tris ini, meninggal di usia yang tak muda lagi dengan umur diperkirakan kurang lebih 90 tahun. Pak Tris Banpol yang sangat terkenal di kecamatan kota agung, mulak ulu dan tanjung tebar. Karena beliau setiap hari Minggu mengatur lalulintas di pasar tradisional (Kalangan) Desa Muara Tiga, hari Senin di Kalangan Kota Agung, dan hari Selasa di Kalangan Tanjung Tebat. Inilah pekerjaan Pak Tris menjadi Banpol. Menurut cerita masyarakat, beliau menjadi Banpol sudah lama, mungkin semenjak Kantor Polsek Kota Agung didirikan pak Tris sudah menjadi Banpol hingga sampai ia tutup usia. Jadi tak heran jika banyak orang tua yang mengenal beliau. Karena sebelum tahun 80an beliau sudah aktif di Polsek kota agung.

Pak Tris sangat berjasa pada Polri khususnya Polsek Kota Agung, karena beliau mengatur lalulintas disetiap Kalangan (Pasar tradisional) tidak harus menunggu perintah dari atasan, karena ia sadar akan tugasnya sebagai Banpol. Semisal dihari Minggu Kalangan di Desa Muara Tiga, pagi-pagi ia sudah ada di lokasi. Entah sudah ngopi atau sarapan atau belum, pak Tris sudah sibuk meniup peluitnya memperingatkan mobil tak boleh berhenti ditengah jalan atau parkir menganggu lalulintas. Teringat dengan kata-kata beliau kalau lagi mengatur lalulintas di kalangan.

“Oi sudah tau kalangan rame..jangan parkir ditengah jalan..”,tegas pak Tris.

“Oii sudah tau banyak orang jangan ngebut..,” kata pak Tris jika mengatur lalulintas, beliau sangat tegas.

Dengan ketegasannya itu, masyarakat sangat terbantu, lalulintas menjadi lancar pedagang juga senang. Namun di balik ketegasannya itu, dalam mengatur lalulintas yang hampir menyita waktunya seharian, ada hal yang sedikit memilukan. Apabila Kalangan sudah selesai iapun ingin beranjak pulang ke kantor untuk laporan ke komandan bahwa tugasnya hari ini sudah selesai dan aman, tapi karena gak punya kendaraan sendiri, mungkin beliau juga gak bisa bawa sepeda motor. Beliau pun harus menunggu mobil untuk tumpangan, apakah mobil yang lewat atau mobil pembawa barang Kalangan, karena kalau mau pakai ongkos tentu ia tak punya. Tapi setiap mobil yang ia tumpangi tak ada yang menagih ongkos padanya.

Itulah sedikit cerita tentang pak Tris, pria yang menghabiskan masa hidupnya sebagai Banpol dan Bujangan sejati.
Selamat jalan Pak Tris, Jasamu akan selalu dikenang

Editor : Riadi

Check Also

Pentingnya Percepatan Pembangunan dan Perbaikan Sekolah, Wabup Lahat : Kita Tidak Bisa Santai Lagi

Sumber : SMSI Lahat LAHAT – Wakil Bupati Lahat, Widia Ningsih, menegaskan pentingnya percepatan pembangunan …